Iya nih gak terasa sudah 4 tahun aku ga ngerasain lagi meriahnya acara 17 Agustusan di Banyuwangi. Padahal dulu klo dah musim 17-an, aku pasti ga pernah absen utk berpartisipasi.
Apalagi waktu masih kecil dulu. Selalu sibuk dengan yang namanya karnaval, karena setiap ada even yang namanya karnaval aku selalu include di salah satu barisan. Ini karena mulai kelas 4 SD sampe klas 3 SMP aku aktif jadi anggota Drum Band sekolah, jadi klo pas bulan agustus jadwalku “manggung” jadi padat
Tapi itu kenangan masa kecil, pas dah menginjak masa SMA aku hanya jadi penonton setia. Bukannya klo dah sma gak boleh ikut karnaval, tapi wajahku tidak memenuhi syarat untuk di terjunkan jadi wakil sekolah untuk karnaval
. Tapi hal itu tidak membuat aku sedih, karena dengan tidak terpilihnya aku mewakili sekolah akupun bisa dengan santai menonton kirab karnaval. Selain itu aku sama sodara2 yang lain jadi lebih santai untuk menyoraki atau menggoda peserta karnavalnya.
Tapi, semua hal di atas sudah sulit aku temui selama berada di perantauan. Apalagi sekarang aku ada di malang, hal ramai yang terjadi di bulan agustus bukannya terjadi di tanggal 17 tetapi malah terjadi di tanggal 11 nya. Ya karena tanggal 11 adalah H.U.T AREMA, jadi yang lebih rame malah ulang tahun AREMA bukan ulang tahun RI .
Tapi yang harus dicari pada HUT RI bukan di saat karnaval ato lomba2 yang ada, melainkan bagaimana cara kita menghargai kemerdekaan itu sendiri. Dan sekali lagi Dirgahayu Indonesia ke 63 . MerdekA…………………!!!!!!!!!!!1

